Keturunan Tomanurung mendukung Tradisi Budaya Accera Kalompoang Kerajaan Gowa

Jakarta – Prosesi adat Accera Kalompoang atau pencucian benda-benda peninggalan Kerajaan Gowa di Museum Balla Lompoa akan kembali dilaksanakan tahun ini. Rencana pelaksanaan Accera Kalompoang akan digelar pasca-salat Idul Adha pada 11 Agustus mendatang.

Ritual adat ini, memang sudah menjadi tradisi turun temurun yang dilakukan setiap tahun. Selain sebagai kewajiban perawatan benda pusaka sejarah juga sebagai obyek wisata yang sudah dikenali wisatawan mancanegara.

Annar Salahuddin Sampetoding mewakili keturunan Puang Sangalla mengungkapkan bersyukur bahwa ritual adat ini kembali dilaksanakan.

“Selamat kepada Andi Kumala Idjo Daeng SIla Karaeng Lembang Parang Raja Gowa ke 18 yang kembali menempati Balla lompoa atau rumah kebesaran kerajaan Gowa” ungkap Annar.

“Ini adalah kebanggan kita bersama seluruh keturunan Tomanurung, yang mana turunan Lakipadada yakni puang Sangalla menitipkan benda pusaka yang tersimpan di Balla Lompoa yang tentunya milik bersama dari kerajaan Gowa” lanjut ketua Dewan Ekonomi Indonesia Timur ini

Annar menjelaskan bahwa sejarah Toraja dan Gowa tidak bisa dipisahkan. Pada masa itu Lakipadada sebagai sombayya (Raja Gowa) meminta tolong dijaga benda pusaka yang dititipkan dan dilestarikan dengan baik saat melantik Putra nya Patta La Merang (Tomanurunga) dengan menyerahkan sudanga tersebut pertanda sahnya sombayya raja Gowa.

“Harapan kami seluruh Keturunan Tomanurung kedepannya selalu kompak dalam menjaga adat dan budaya” jelasnya

Annar juga menuturkan agar setiap keturunan Tomanurung mencontoh masyarakat Jepang yang sangat menjaga adat dan budayanya yang dilaksanakan dikehidupan sehari-hari sehingga Jepang apapun kondisinya tetap disayang dan diberikan kemakmuran oleh Yang Maha Kuasa.

“Saya berpesan kepada YM Sombayya Andi Kumala agar kembalikan kemurnian adat dan dipelihara dengan baik, karena para leluhur kita senantiasa membimbing dan menjaga kita” tutup Annar Ketua Yayasan Tomanurung