Kereta Api Indonesia (KAI) Kunjungan Kerja ke Jepang

Jakarta – Dalam rangka memajukan perkeretaan di Indonesia, sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan modal share angkutan berbasis rel dan juga Urban Transportation, Delegasi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang dipimpin oleh Bapak Jusman Syafii Jamal, selaku Ketua Dewan komisaris PT KAI beranggotakan Komisaris, Direksi, sekretariat dan Komite Manajemen Resiko, bersama Syamsu Rizal Atase perhubungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang melakukan kunjungan kerja di Jepang dari tanggal 29 Juli – 01 Agustus 2019.

Kunjungan kerja di Jepang dilaksanakan ke Kantor JR East di Shinjuku terkait masalah Non-Fare Business, Keisei Electric Railway – Takasago Depot terkait teknologi kereta semi kecepatan tinggi (medium high speed train) dan juga temu Masyarakat Indonesia di KBRI. Pada kunjungan di JR East, PT KAI mendapatkan informasi rencana pengembangan JR East non-fare business 10 tahun kedepan dengan konsep pendekatan Life-style. Juga di paparkan kemampuan angkutan JR East yang telah mencapai kurang lebih 17 juta penumpang per hari dimana PT KAI saat ini melayani 1,2 juta perhari. Dilanjutkan dengan site visit ke stasiun Shinjuku yang merupakan proyek TOD-Mixed used kerjasama antara JR East dengan Ministry Of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT). Fasilitas ini memberikan pelayanan transit dengan pergerakan naik turun penumpang mencapai 1,5 Juta penumpang perhari, yang sekaligus merupakan pasar potensial bagi kegiatan komersial pada fasilitas atau area tersebut.

Selanjutnya kunjungan ke Keisei Electric Railway – Takasago untuk diskusi dan sharing informasi mengenai pengelolaan dan manajemen kereta yang berdiri sejak tahun 1909 dengan track sepanjang 152,3 km dan 69 stasiun. Rute yang menjadi top brand nya adalah Narita Sky Access Line dari Central Tokyo ke Narita Airport menggunakan kereta medium high speed train Skyliner dengan kecepatan 160 kmph dan waktu tempuh 36 menit. Delegasi juga berkesempatan melihat langsung kereta milik Keisei Electric Railway termasuk kereta Skyliner di depo dimaksud,

Pada tanggal 31 Juli 2019 di Lobby KBRI, diadakan temu Masyarakat Indonesia dengan tema “Memajukan perkeretaan di indonesia : lesson learned dari Jepang” kerjasama KBRI, PT KAI dan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang) dihadiri oleh pelajar/mahasiwa Indonesia yang belajar di jepang, kalangan profesional dan juga anggota delegasi PT KAI lainnya yaitu Bapak Pungky Sumadi–Komisaris PT KAI, Bapak Rahmat Hidayat Pulungan-komisaris PT. KAI, Bapak Azahari – Direktur Sarana PT KAI, Bapak Delliyantara Rama Ksatria Putra – sekretaris Dekom dan Bapak Taufik Hendra Kusuma – Komite Manajemen Resiko PT KAI.

Acara temu masyarakat dibuka oleh Syamsu Rizal Atase Perhubungan dengan penyampaian singkat kebijakan Transportasi berbasis rel, dilanjutkan dengan gambaran singkat PT. KAI oleh Bapak Jusman Syafii Jamal Komisaris Utama PT. KAI sebagai pengantar, yang dilanjutkan dengan paparan dari tiga Pembicara yaitu: 1/ Dr. Cris Kuntadi, Staf Ahli Menteri Perhubungan dan Komisaris KAI, materi paparan “Indonesian Railways, Now and Next ”; 2/ Yola Pratiwi, Dr. Candidate, Tokyo Institute of Technology, Bidang Transport Behaviour (PPI Jepang), materi paparan “Toward the Seamless Integrated Urban Transportation System“; dan 3/ Dr. Dionysius Siringgoringgo, Associate Prof, Safety and Resilience of Infrastructure and Infrastructure System , Institute of Advance Science, Yokohama National University materi paparan “Railway Development and Disaster Resilience in Japan – A short Review” .

Setelah paparan, masuk acara tanya jawab yang dipandu oleh Prof. Suhono Harso Supangkat (Komisaris PT KAI, Guru Besar ITB), yang secara umum isi diskusi adalah adanya keinginan dan harapan dari peserta temu masyarakat agar Perkeretaan Indonesia dapat ditiingkatkan keselamatannya (safety), kehandalannya (resilience) dan pelayanannya (service) untuk maju dan berkembang seperti di Jepang. Hasil dari diskusi dan juga networking setelah kegiatan temu masyarakat, menjadi masukan yang berharga bagi PT. KAI untuk dapat mempercepat kemajuan perkeretaan di Indonesia. (Atase Perhubungan Tokyo)