Rangkaian Pagelaran Usai Nyepi

Bali – Masih dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, pagelaran Tradisi terus diselenggarakan, seperti Tradisi Mabuug-buugan di Desa Kedonganan, yang mempunyai arti sebuah interaktivitas dengan menggunakan tanah/lumpur (buug) sebagai media, pagelaran ini di selenggaran Jumat kemarin (8/3/2019).

Menurut Bendesa Adat Kedonganan, Dr. Wayan Mertha SE, M.Si, sesuai kajian dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, tradisi ini adalah bentuk ucapan syukur atas kesuburan yang telah dilimpahkan pada bumi pertiwi sebagai tempat manusia dan semua makhluk hidup berkembang biak. Juga sebagai visualisasi dari belenggu kekuatan Bhuta dan keterbebasan manusia dari kekuatan Bhuta itu sendiri.

Lanjut Wayan Mertha, manusia divisualisasikan dengan balutan tanah atau lumpur sebagai perwujudan dari Bhuta atau kekotoran yang melekat pada jiwa manusia. Untuk dapat menghilangkan kekuatan Bhuta dalam buana alit (badan kasar manusia), manusia memohon kepada kekuatan laut (Segara) sebagai penyempurnaan (Pemarisudha).

Tradisi ini dilakukan oleh semua masyarakat desa adat Kedonganan baik pria, wanita, baik dewasa ataupun anak-anak.

Pawai rangkaian Hari Raya Nyepi di Sukawati. Foto: Murdani Usman

Hari ini juga di selenggarakan acara tradisi, pawai adat, Peed yang berlansung di Sukawati.

kabarindonesia/ Murdani Usman