Obesitas Bisa Dicegah Dengan Gen RCAN1

KabarIndonesia.News – Techno, Beberapa waktu lalu kasus obesitas menarik perhatian, yakni Titi Wati dengan berat 220 Kg. Titi Wati berhasil dioperasi tim dokter RSUD Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Masalah obesitas sering muncul terhadap pola hidup masyarakat modern yang berkembang kian tidak sehat. Riset Kesehatan 2018 oleh Badan Litbangkes Kementrian menyatakan bahwa penderita obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun sejak 2007.

Tim ilmuan internasional dari Flinders University mencoba melakukan studi ujicoba terhadap tikus. Hasilnya menurut tim ilmuan tersebut bahwa terhadap gen tunggal yang dapat memerangi obesitas dan gangguan metabolisme terkait dengan memungkinkan orang untuk makan sebanyak yang mereka inginkan tanpa menambah berat badan. Gen yang dihapus oleh ilmuan tersebut disebut kenal dengan pengatur calcneurin 1 (RCAN1). Hasilnya percobaannya, hewan-hewan tersebut berat badannya tidak bertambah karena tingkat metabolisme seluruh tubuh meningkat.

Obesity

“Kami mengetahui bahwa orang berjuang untuk menurunkan berat badan atau bahkan mengendalikan berat badan” komentar pimpinan tim peneliti Damien Keating, Ph.D salah seorang profesior di Universitas Flinders.

Menurut Damien, hasil temuan dalam penelitian bisa berarti mengembangkan pil yang akan menargetkan fungsi RCAN1 dan dapat mengabitkan penurunan berat badan lanjutnya. Calcneurin 1 (RCAN1) membantu mengkoordinasikan metabolisme dan termogenesis diseluruh tubuh.

Obesitas adalah masalah utama kesehatan global yang mengurangi harapan hidup hingga 6 hingga 20 tahun, dan dikaitkan dengan peningaktan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kanker” ungkap para penulis. Regulasi metabolisme seluruh tubuh melibatkan integrasi berbagai sistem organ ungkap peneliti.

Para ilmuan telah lama bekerja untuk mengembangkan pendekatan non-shivering thermogenesis (NST), dimana proses kalori dikeluarkan sebagai panas, bukan disimpan sebagai lemak. Mekanisme tersebut untuk membakar kalori berlebih yang mampu membantu mengobati obesitas.

Penjelasan RCAN1

RCAN1 adalah penghambat protein teraktivasi kalsium fosfatase kalsium, yang mana data klinis dan genetiknya terlibat dalam mekanisme yang mengatur metabolisme. Penelitian tim yang dipimpin oleh Flinders University mampu menunjukkan bahwa tikus yang direkayasa untuk kekurangan RCAN1 tidak menjadi gemuk bahkan setelah periode waktu yang lama pada diet tinggi lemak serta mampu mentoleransi glukosa.

Rcan1

“Secara keseluruhan, data ini mengidentifikasi gen RCAN1 sebagai gen yang sangat berkorelasi dengan sindrom metabolik, konsistem dengan penelitian kampi terhadap tikus” dalam tulisan mereka

Perlu diketahui, bahwa tubuh mampu menampung dua jenis lemak, yakni lemak coklat dan lemak putih. Lemak putih adalah jenis yang paling melimpah pada orang dewasa yang bertindak untuk menyimpan energi, sedangkan lemak coklat yang kurang berlimpah membakar energi.

Hasil ujicoba pada tikus, menunjukkan bahwa RCAN1 bertindak dengan memblokir dua mekanisme NST yang berbeda, satu di lemak putih, dan yang lainnya di otot rangka. Hasilnya menunjukkan bahwa memblokir gen RCAN1 dapat membantu mengubah lemak putih menjadi lemak coklat.

Asal Tim Peneliti
Flinder University Australia

“Kami telah mengembangkan serangkaian obat yang menargetkan protein yang dibuat gen ini, dan kami sekarang dalam proses pengujian mereka untuk melihat apakah mereka menghambat RCAN1 dan apakah mereka mungkin mewakili obat anti-obesitas baru yang potensial,” ungkap Dr. Keating

Hasil penelitian mengenai obat-obatan yang di kembangkan untuk menargetkan RCAN1 akan membakar lebih banyak kalori saat orang-orang beristirahat. Ini berarti tubuh akan menyimpan lebih sedikit lemak tanpa perlu seseorang mengurangi konsumsi makanan atau berolahraga lebih banyak dalam penjelasan lebih lanjut.

“Hasil ini menunjukkan, bahwa mampu membuat perbedaan nyata dalam memerangi lagi obesitas” dalam penjelasan penutup tim peneliti

* artikel disadur dari genengnews.com